 |
 |
| Opini Centil |
| Satu persatu gembong pelaku terorisme ditangkap, baik hidup ataupun mati oleh aparat keamanan. Salut pada petugas, baik aparat intelijen, kepolisian, dan masyarakat yang telah mengendus aktivitas dan kegiatan terorisme sekaligus menangkap mereka. Oleh karena itu, jangan beri ruang terhadap para teroris agar tidak bisa bergerak. |
| Redaksi |
| Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com |
| Counter Pengunjung |
| Anda pengunjung ke-71903 |
|
|
 |
 |
|
| Opini / Hankam |
|
|
|
|
Penting Gedung DPR Baru atau Kedaulatan NKRI?
Senin, 06-September-2010, 06:08:48 Akhir-akhir ini di masyarakat telah berkembang dua persolan yang sangat krusial dan perlu segera diselesaikan, yaitu masalah kedaulatan NKRI terkait perbatasan dengan Malaysia, dan persolan pembangunan gedung baru DPR. Kedua masalah tersebut mana yang mendesak untuk diselsaikan lebih dahulu? Jawabnya pasti mengenai perbatasan dengan Malaysia harus segara dituntaskan. (19 klik)
Jagalah Wilayah Perbatasan Dengan Baik
Senin, 06-September-2010, 05:36:59 Terkait sengketa perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia, guru besar Hukum Internasional FH UI, Prof Hikmahanto Juwana berpendapat, membawa sengketa ke Mahkamah Internasional bukanlah opsi yang menguntungkan bagi Indonesia, jadi harus ditolak mentah-mentah. (10 klik)
Pidato Presiden Harus Benar-Benar Meredam Kemarahan Publik terhadap Malaysia
Sabtu, 04-September-2010, 00:24:55 Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungan Indonesia-Malaysia dapat dikatakan datar-datar saja dan kurang mengesankan. Namun demikian, pidato itu dapat menjadi peredam kecamuk konflik di antara kedua negara yang memang harus diredam agar tidak meruncing.
(59 klik)
Perang Bukan Pilihan Terbaik Atasi Krisis Indonesia-Malaysia
Jumat, 03-September-2010, 05:21:40 Pasca tumbangnya orde baru, ditandai dengan lepasnya Timor Leste dari NKRI pada era Presiden Habibie, dimana sebagian rakyat menganggap itu tumbal atas nama demokrasi diawal awal era reformasi, namun kemudian lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia dari pangkuan ibu pertiwi pada era Presiden Megawati Sukarnoputri menjadi tamparan yang menyakitkan bagi bangsa Indonesia, disitulah titik nadir kemampuan diplomatik Indonesia gagal total. (20 klik)
Ulah Malaysia dan Nasionalisme yang Terluka
Rabu, 01-September-2010, 05:19:57 Malaysia berulah lagi. Situs-situs berita terbaru di internet ramai dipenuhi tulisan-tulisan anak bangsa yang perasaan kebangsaannya merasa terluka oleh sikap arogansi Malaysia. Tulisan-tulisan itu hanyalah sebagian dari ekspresi anak bangsa, di samping unjuk rasa damai maupun anarkhis yang terjadi hampir tiap hari sepanjang dua minggu terakhir ini. (65 klik)
Perbatasan RI-Timor Leste Agar Belajar dari Konflik RI-Malaysia
Rabu, 01-September-2010, 02:09:14 Pada 27-29 Agustus yang lalu, berlangsung perundingan antara Indonesia dan Timor Leste terkait penyelesaian sengketa batas darat kedua Negara.Perundingan itu dikhabarkan menemui jalan buntu. Perundingan akan dilanjutkan pada Desember 2010. (22 klik)
Bela Negara, Wajib Bagi Setiap Warga Negara
Selasa, 24-Agustus-2010, 04:18:14 RUU Komcad perlu menjadi prioritas untuk segera diundangkan karena RUU Komcad merupakan bagian dari pembangunan sistem pertahanan negara yang bersifat semesta yang harus dipersiapkan sejak dini oleh pemerintah. Disisi lain, masih adanya ketakutan sejumlah kalangan terhadap keberadaan RUU Komcad, seperti terjadinya penyalahgunaan dan ketiadaan anggaran, perlu disikapi secara bijak dan perlu terus disosialisasikan agar diperoleh kesamaan persepsi dan pemahaman, sehingga tidak timbul penafsiran yang keliru. (21 klik)
Jadikan Sikap Malaysia Sebagai Momentum Untuk Introspeksi
Minggu, 22-Agustus-2010, 05:32:35 Terkait penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh polisi Malaysia, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Fadel Muhammad mengatakan Malaysia meremehkan Indonesia dengan memperlakukan tiga petugas dari kementeriannya yang ditangkap polisi air Malaysia kurang layak. (71 klik)
Usut Negara Asing yang Mencuri Kekayaan Wilayah Kita
Minggu, 22-Agustus-2010, 04:27:29 Masalah kelautan di perbatasan belakangan ini sering mendapat sorotan karena berbagai permasalahan. Sebut saja, belum selesai perkara pencemaran di Laut Timor akibat kilang Montara di wilayah Australia meledak, 21 Agustus 2009, muncul kasus Malaysia menangkap tiga anggota patroli pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan sesaat setelah patroli KKP menangkap pencuri ikan asal Malaysia di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, 13 Agustus 2010 lalu.
(44 klik)
Indonesia Perlu Memperkokoh Wilayah Perbatasan
Kamis, 19-Agustus-2010, 05:32:34 Rakyat sangat berharap, Peraturan Presiden No 78 tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar dapat dilaksanakan secara maksimal dan efektif oleh seluruh instansi dan komponen bangsa terkait, karena pulau-pulau terluar kita ini memiliki potensi kerawanan, baik di bidang ekonomi, keamanan, dan geopolitik, termasuk didalamnya permasalahan tapal batas negara. (74 klik)
|
|
| Selanjutnya
|
|
|
 |
 |
| Mimbar Sahabat |
| Kenalan yuk, namaku Betty Retno Triyuani. Aku tinggal di Ponorogo, Jawa Timur. Hoby koresponden, baca dan menulis. Aku suka mengkritik apa saja yang tidak sesuai nuraniku dan kebenaran. Layangkan suratmu ke Emailku :brtriyuani@plasa.com. Aku tunggu sapamu, ok. |
|
 |
|
 |
 |