Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
Home
Mimbar Opini
Tentang Kami
Opini Centil
Seluruh anak negeri ini prihatin dengan maraknya kekerasan yang bernuasa SARA akhir-akhir ini. Apa mungkin karena sudah melupakan amalan nilai-nilai Pancasila, dan tidak adanya pendidikan budi pekerti sejak dini.
Redaksi
Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun. Kami menerima tulisan artikel, opini, dan Surat Pembaca, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com
Mimbar Rakyat
Rakyat membutuhkan keteladanan para pemimpin. Pemimpin kalau bicara menyejukkan dan berwibawa, tidak sembarang membuat pernyataan. Pemimpin bukan provokator, tetapi seorang orator penyemangat menuju Indonesia yang lebih baik.
Mimbar Sehat
Jika Anda ingin menurunkan berat badan, tidak ada salahnya jika memulai hari dengan sarapan telur. Sebagian besar review penelitian dampak memakan telur menyebutkan bahwa telur mengandung bahan kuat yang dapat membantu mengurangi jumlah kalori. Tak hanya sarapan, berat badan Anda bisa turun jika mengonsumsi telur pada saat makan siang dan makan malam.Telur rebus, telur goreng, atau orak-arik yang dimakan pada saat sarapan membuat seseorang kenyang lebih lama dibanding sarapan dengan makanan lainnya.
Mimbar Sajak
Harapan dan Doa

Pagi semburat merah cerah
Pertanda sang fajar membuncah
Asa nan indah selalu merekah
Doa dan upaya perlu dilangkah

Tiada suka cita tanpa usaha
Malapeta tiba karena dusta
Mari sosong hari ini dengan doa
Harapan dan usaha untuk masa depan jua

Tatap asa dengan optimisme
Langkah pasti dengan ritme
Bijak dan sabar meniti mekanisme
Hindari licik dan rente

Putra Lembah Wilis
Madiun, 11 Nopember 2012
Counter Pengunjung
Anda pengunjung ke-126161
Semua Pihak Harus Tetap Menjaga Perdamaian di Aceh
Oleh redaksi
Minggu, 12-Oktober-2014, 09:59:32 348 klik Send this story to a friend Printable Version
Situasi di Aceh saat ini sudah aman dan damai. Dan dalam suasana damai yang sedang dinikmati rakyat Aceh, semestinya tidak ada lagi aksi-aksi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi aksi-aksi itu disertai dengan pernyataan akan menggunakan senjata api agar keinginannya dipenuhi oleh Pemerintah Aceh. Lebih baik, masalah ini diselesaikan dengan cara-cara yang lebih terhormat daripada membuat resah masyarakat.
Baru-baru ini, kita dikejutkan dengan berita adanya sekelompok orang bersenjata api yang mengaku sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) unjuk diri siap melawan bahkan menghancurkan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir), termasuk dengan cara melumpuhkan perekonomian. Kelompok bersenjata ini dipimpin oleh seseorang yang mengaku bernama Nurdin bin Ismail Amat Alias Abu Minimi.

Menurut Abu Minimi, hal ini dilakukan semata-mata untuk memperjuangkan keadilan karena pemerintahan Zikir dinilai tidak memperhatikan kehidupan yang layak bagi mantan kombatan GAM, tidak memperhatikan kelangsungan pendidikan bagi anak yatim dan janda korban konflik yang hidupnya sangat memprihatinkan. Melihat ketidakadilan ini, Abu Minimi akan terus bergerilya melawan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zikir sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Meskipun kembali angkat senjata, pihaknya tidak sedang memberontak terhadap Pemerintah Indonesia. Perlawanan mereka hanya ditujukan terhadap Pemerintah Aceh. Karena itu, TNI dan Polri tidak perlu khawatir karena mereka tidak memusuhinya. Abu Minimi juga mengakui kerap terlibat serangkaian aksi perampokan dan penculikan warga Skotlandia beberapa waktu lalu. Namun pihaknya saat ini sudah sadar, lebih baik melawan Pemerintah Aceh daripada berbuat kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menanggapi adanya “perlawanan” tersebut, Kepala Biro Humas Provinsi Aceh, Murthalamuddin menghimbau pihak-pihak tertentu agar tidak merusak perdamaian yang telah dirasakan masyarakat sejak penandatanganan nota kesepahaman di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005 silam. Diakui atau tidak, perdamaian ini sudah memberi kita banyak kenyamanan, termasuk bagi pekerja media. Oleh karenanya, pihaknya meminta media lebih arif menyikapi hal itu.

Situasi di Aceh saat ini sudah aman dan damai. Dan dalam suasana damai yang sedang dinikmati rakyat Aceh, semestinya tidak ada lagi aksi-aksi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi aksi-aksi itu disertai dengan pernyataan akan menggunakan senjata api agar keinginannya dipenuhi oleh Pemerintah Aceh. Lebih baik, masalah ini diselesaikan dengan cara-cara yang lebih terhormat daripada membuat resah masyarakat.

Menyikapi masalah ini, seluruh elemen yang ada di Aceh hendaknya tidak terprovokasi oleh aksi yang dilakukan oleh Abu Minimi. Aksi kelompok ini juga sangat rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk merusak kedamaian di Aceh. Oleh karena itu, semua pihak termasuk mantan kombatan GAM harus bersinergi dalam upaya menjaga perdamaian Aceh yang sudah berjalan dengan baik.

Teuku Fachri
Awanglong 50, Kota Samarinda
Kalimantan Timur
Komentar Anda >>
Komentar
Belum ada komentar...
Opini Sebelumnya
Pancasila Masih Tetap Relevan
Minggu, 05-Oktober-2014
Pada era Reformasi, pelaksanaan demokasi Pancasila telah banyak memberi ruang gerak kepada parpol dan komponen bangsa lainnya termasuk MPR/DPR mengawasi dan mengontrol pemerintah. Namun, di era reformasi ini juga, Pancasila seakan tidak memiliki kekuatan mempengaruhi dan menuntun masyarakat. Elit politik dan masyarakat terkesan masa bodoh dalam melakukan implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Idul Adha, Momentum Untuk Meningkatkan Kesetiakawanan Sosial
Minggu, 05-Oktober-2014
Melaksanakan kurban adalah sunah muaqqadah, artinya sunah yang mendekati wajib. Ibadah kurban merupakan upaya menghidupkan sunah para nabi Allah SWT dengan menyembelih sesuatu dari pemberian-Nya kepada manusia sebagai ungkapan rasa syukur. Momentum ini juga merupakan kesempatan yang tepat untuk menunjukkan jati dirinya sebagai orang beriman yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kembalinya Dasar Negara
Sabtu, 27-September-2014
MK mengabulkan pengujian Pasal 34 ayat (3) huruf b UU No. 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik (UU Parpol) yang menempatkan Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan. Dalam putusannya, MK menghapus frasa “empat pilar kebangsaan dan bernegara” dalam pasal itu, sehingga Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 bukan lagi dianggap sebagai pilar kebangsaan.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Sabtu, 27-September-2014
Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada problem krisis identitas. Hal ini didukung dengan fakta sering dijumpai masyarakat Indonesia yang dari segi perilaku sama sekali tidak menampakkan identitas mereka sebagai masyarakat Indonesia. Padahal bangsa ini mempunyai identitas yang jelas, yaitu Pancasila. Krisis identitas yang mulai tergerus itulah yang menyebabkan banyaknya perbedaan antar golongan dan berdampak timbulnya konflik/permusuhan.

Pancasila Masih Sebagai Dasar Negara RI
Rabu, 24-September-2014
Mendiang Ketua MPR Taufiq Kiemas sebelum meninggal dikenal sebagai motor penggerak ”empat pilar” kebangsaan. Waktu itu MPR bersama sejumlah perguruan tinggi telah mengadakan survei tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Hasilnya menurut Taufik, mayoritas masyarakat berpendapat empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu adalah harga mati. Hal itu dikatakan Kiemas saat memberi kata sambutan dalam diskusi buku `Empat Pilar untuk Satu Indonesia: Visi Kebangsaan Taufiq Kiemas` di Gedung DPR, Jakarta, 22 Februari 2012.

Katalog Website Indonesia


Katalog ini mengandung 45 website Indonesia

Belanja
 ...

Berita & Media
 ...

Bisnis & Keuangan
 ...

Entertainment
 ...

Healthy & Beauty
 ...

Industri
 ...

Komputer & Internet
 ...

Organisasi
 ...

Pemerintah & Politik
 ...

Pendidikan
 ...

Sains & Teknologi
 ...

Sosial Budaya
 ...

Opini Budaya Terbaru
.Waspadai Kekerasan & Isu SARA Dalam Pilpres 2014
Opini Ekonomi Terbaru
.Menakar Konsolidasi Perbankan Indonesia 2014-2019
Opini HAM/Demokratisasi Terbaru
.AS Kembali Ikut Campur soal Kasus Munir
Opini Hankam Terbaru
.Semua Pihak Harus Tetap Menjaga Perdamaian di Aceh
Opini Hukum Terbaru
.Kembalinya Dasar Negara
Opini IPTEK Terbaru
.BMKG: Waspadai Angin Kencang di Perbatasan Maluku
Opini Kesehatan Terbaru
.Manfaat Biji Nangka
Opini Logika Politik Vs Logika Hukum Kasus SKK Migas Terbaru
Opini Pemerintahan Terbaru
.Tuduhan Keliru Harian Utusan Malaysia
Opini Politik Terbaru
.Pancasila Masih Tetap Relevan
Polling
Setujukah anda jika pemerintah menerapkan standarisasi mutu pendidikan nasional?
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Tidak Komentar
Tidak Tahu

Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 237
Diskusi
Posting Terbaru
. Itupoker.com Agen Poker ONline
. Mengembangkan Kajian al-Qur'an
. CV.WORLD OF FIRESTORM
. Fungsi hukum yang telah dibuat pemerintah dan...
. Penyebab Bencana saat ini
Respon Terbaru
. Bisnis Online Jadi Jutawan, Cocok Buat Awam, ...
. kritik membangun.
. BELAJAR ONLINE HARUSNYA LEBIH MURAH
. LOWONGAN KERJA : Dicari Perwakilan Unit Agen.
. Uang didapat tergantung kita mencarinya.
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. Solusi Herbal Atasi Masalah Wa...
. SMS Gratis! Kirim SMS Gratis; ...
. Solusi lengkap untuk PASUTRI 1...
. software retail
. software cafe
. PASANG T ELEPON ,:
. PAS ANG PABX ;-
. Ayo Segera Gratis kok! Downloa...
. PASANG CEPAT TELEPON DAN INTE...
. Isi Sendiri Lebih Hemat Lebih ...
Mimbar Aturan
Isi tulisan opini baik berupa artikel, maupun Surat Pembaca, tanggapan, iklan, diskusi, merupakan tanggung jawab masing-masing penulis atau pengirim. Namun demikian, redaksi menghimbau agar tulisan tidak menyinggung masalah SARA. Redaksi berhak menghapus tulisan yang kurang pas, atau ada permintaan dari pihak yang dirugikan. Trims.
Mimbar Pesan
Jadilah orang yang berguna bagi orang lain, serta bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.