 |
 |
| Opini Centil |
| Isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II terus saja didengungkan seiring dengan perkembangan penyelidikan Pansus Bank Century DPR RI terkait keberadaan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab soal dana talangan tersebut. Kalau ditelaah lebih lanjut, sebenarnya reshuffle atau penggantian menteri adalah kewenangan Presiden selaku pemegang hak prerogatif. Presidenlah yang bisa menilai sekaligus mengevaluasi kinerja para menterinya. Jadi, isu reshuffle bukanlah hal yang mutlak untuk dipublikasikan ke publik. |
| Redaksi |
| Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com |
| Counter Pengunjung |
| Anda pengunjung ke-64286 |
|
|
 |
 |
|
| Aksi Anarkhis Mahasiswa Merusak Demokrasi | | Oleh redaksi |
| Selasa, 09-Maret-2010, 06:54:16 |
38 klik |
 |
 |
|
|
| Mencermati aksi demo di atas, sebagai warga masyarakat, saya prihatin dan menyayangkan hal ini bisa terjadi, seharusnya semua pihak bisa menahan diri, karena dengan aksi demo anarkis itu tidak akan bisa menyelesaikan persoalan, tetapi justru menambah persoalan yang lain, aksi demo itu seharusnya tidak selalu diakhiri dengan kericuhan kalau semua pihak bisa menahan diri, kalau sudah begini akhirnya kita semua yang rugi, baik pihak aparat keamanan (TNI/Polri) maupun pihak pendemo. Justru sebaliknya, yang diuntungkan adalah pihak ketiga, yang sengaja membenturkan antara aparat keamanan (TNI/Polri) dengan para pendemo, oleh karena itu, semua pihak harus lebih waspada, jangan sampai kita para aparat keamanan dengan para mahasiswa diadudomba oleh pihak tertentu dan sengaja dibuat untuk melemahkan para pendemo dan aparat keamanan. |
|
|
Kemarin, kita semua masyarakat Indonesia diberi tontonan gratis para mahasiswa yang demo terkait kasus Bank Century. Kerusuhan terjadi saat demo pada hari kedua mengawal Rapat Paripurna DPR soal skandal Bank Century. Selain di Jakarta, aksi demo di Makassar juga rusuh. Demo juga terjadi di Serang (Tangerang), Bandung, Surabaya, Padang, dan Bandar Lampung. Yang cukup mencolok, aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar yang berlangsung anarkis. Mereka menutup Jalan Perintis Kemerdekaan sehingga menyebabkan kemacetan sepanjang lima kilometer lebih. Pendemo juga melempari ambulans dan menyerang polisi. Mahasiswa perguruan tinggi lain di Makassar yang berunjuk rasa juga menutup jalan.
Sementara itu, sekitar 50 orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Yogyakarta kemarin berunjukrasa di depan rumah Wapres Boediono di Sawitsari, Depok, Sleman, DIY. Pengunjuk rasa mendesak agar Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinonaktifkan. Mereka secara khusus mendesak Boediono untuk mundur. Selain itu, kerusuhan juga terjadi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Peristiwa itu diawali pelemparan batu oleh pendemo kepada polisi. Lemparan itu memicu amarah polisi sebab ada empat polisi terluka kena lemparan batu. Polisi menangkap dua pendemo untuk diperiksa.
Mencermati aksi demo di atas, sebagai warga masyarakat, saya prihatin dan menyayangkan hal ini bisa terjadi, seharusnya semua pihak bisa menahan diri, karena dengan aksi demo anarkis itu tidak akan bisa menyelesaikan persoalan, tetapi justru menambah persoalan yang lain, aksi demo itu seharusnya tidak selalu diakhiri dengan kericuhan kalau semua pihak bisa menahan diri, kalau sudah begini akhirnya kita semua yang rugi, baik pihak aparat keamanan (TNI/Polri) maupun pihak pendemo. Justru sebaliknya, yang diuntungkan adalah pihak ketiga, yang sengaja membenturkan antara aparat keamanan (TNI/Polri) dengan para pendemo, oleh karena itu, semua pihak harus lebih waspada, jangan sampai kita para aparat keamanan dengan para mahasiswa diadudomba oleh pihak tertentu dan sengaja dibuat untuk melemahkan para pendemo dan aparat keamanan.
Wawan Budayawan, Spd
Pemerhati Masalah Sosial dan Budaya
|
|
Komentar Anda >>
|
| Komentar |
| Belum ada komentar... |
| Opini Sebelumnya |
| Teroris Mengusik Perdamaian di Aceh |
| Selasa, 09-Maret-2010 |
Kepolisian RI baru saja membongkar jaringan teroris di Nangroe Aceh Darusalam, tidak kurang dari 14 teroris ditangkap Densus 88, brigade kesatuan antiteroris kepolisian RI. Kegiatan teroris di Aceh merupakan kabar buruk. Terutama bagi iklim bisnis dan investasi. Buruk, karena Aceh merupakan daerah tujuan bisnis dan investasi. Buruk, sebab Indonesia oleh AS sudah terlanjur diberi label sebagai negara yang menjadi sarang teroris (internasional).
|
| Babak Baru Kasus Century |
| Senin, 08-Maret-2010 |
Warga kebanyakan yang mengikuti perkembangan kasus Century ini tentu punya perasaan macam-macam: dongkol, ketawa, dan sedih, seperti menikmati sinetron. Untuk sementara mereka lupa pada kesusahan hidup hari-hari. Perhatian publik yang begitu tinggi, mungkin karena sebagian orang berharap, inilah kesempatan paling tepat untuk menangkap koruptor kelas kakap, atau untuk memberi efek jera kepada koruptor-koruptor lebih kecil.
|
| Mawas Diri Untuk HMI Makassar |
| Minggu, 07-Maret-2010 |
Saya sebagai alumnus HMI Makassar ingin ikut serta berbagi rasa prihatin atas kasus demonstrasi anarkis massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Makassar pada 5 Maret baru-baru ini. Yang utama, saya mengimbau Mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengedepankan kesantunan dan cara simpatik dalam berunjuk rasa demi menghindari berulangnya bentrok terbuka dengan warga. Ingat, penyampaian aspirasi yang tidak santun, menutup jalan umum, justru menuai antipati warga. Coba bayangkan, bagaimana risikonya kalau di antara kendaraan yang terhadang itu sedang mengangkut orang sakit atau perempuan yang hendak melahirkan? Bagaimana demo ‘membela’ rakyat itu, justru malah menghambat atau bahkan mematikan ekonomi rakyat kecil?
|
| Terorisme Harus Dilawan |
| Minggu, 07-Maret-2010 |
Situs yang mengklaim sebagai kelompok Al Qoidah terkait terorisme di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diduga benar-benar ada. Pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan, gerakan terorisme telah mengincar Aceh sebagai basis pelatihan, setelah gerakan tersebut gagal di Ambon dan Poso. Modelnya persis Mindanao, MLF, membangun base pelatihan dan persenjataan. Aceh akan di-Mindanao-kan.
|
| Laut Timor Milik Siapa? |
| Sabtu, 06-Maret-2010 |
Rasa pesimisme sebagian kalangan warga Indonesia kian membuncah akibat belum adanya sikap tegas dari pemerintah Indonesia untuk mendesak Australia bertanggung jawab atas tragedi meledaknya ladang minyak Montara.
|
|
|
 |
 |
| Mimbar Sahabat |
| Kenalan yuk, namaku Betty Retno Triyuani. Aku tinggal di Ponorogo, Jawa Timur. Hoby koresponden, baca dan menulis. Aku suka mengkritik apa saja yang tidak sesuai nuraniku dan kebenaran. Layangkan suratmu ke Emailku :brtriyuani@plasa.com. Aku tunggu sapamu, ok. |
|
 |
|
 |
 |
|