Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
Home
Mimbar Opini
Tentang Kami
Opini Centil
Satu persatu gembong pelaku terorisme ditangkap, baik hidup ataupun mati oleh aparat keamanan. Salut pada petugas, baik aparat intelijen, kepolisian, dan masyarakat yang telah mengendus aktivitas dan kegiatan terorisme sekaligus menangkap mereka. Oleh karena itu, jangan beri ruang terhadap para teroris agar tidak bisa bergerak.
Redaksi
Untuk meningkatkan mutu berita opini di situs ini, redaksi menerima kritik dan saran yang membangun, kirim ke email : redaksi@mimbar-opini.com
Counter Pengunjung
Anda pengunjung ke-71787
Pidato Presiden Harus Benar-Benar Meredam Kemarahan Publik terhadap Malaysia
Oleh redaksi
Sabtu, 04-September-2010, 00:24:55 31 klik Send this story to a friend Printable Version
Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungan Indonesia-Malaysia dapat dikatakan datar-datar saja dan kurang mengesankan. Namun demikian, pidato itu dapat menjadi peredam kecamuk konflik di antara kedua negara yang memang harus diredam agar tidak meruncing.
Penjelasan yang ditunggu-tunggu masyarakat itu disampaikan Presiden di Markas Besar TNI, beberapa hari lalu. Ia mengungkapkan kebijakan yang diambil pemerintah berkaitan dengan insiden di perairan Bintan, 13 Agustus 2010 lalu. Saat itu, tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan ditangkap oleh polisi laut Malaysia. Penangkapan ini dilakukan sebagai balasan atas penahanan tujuh nelayan Malaysia oleh petugas keamanan Indonesia.

Kendati tiga petugas kita telah dibebaskan dan nelayan Malaysia juga sudah dilepaskan, insiden itu membuat hubungan kedua negara sedikit memanas. Berbagai demonstrasi muncul di negeri ini, memprotes tindakan pemerintah Malaysia. Bahkan tak sedikit pula kelompok masyarakat yang mendorong ke arah perang.

Di tengah situasi seperti ini, sewajarnya Presiden berupaya keras meredakan suasana panas. Ia mengingatkan soal eratnya hubungan kedua negara dilihat dari segi budaya maupun sejarah. Kerja sama ekonomi pun terjalin saling menguntungkan. Presiden juga menggarisbawahi bahwa saat ini terdapat dua juta pekerja kita yang mencari nafkah di Malaysia. Ada 13 ribu pelajar Indonesia yang belajar di negeri tetangga itu. Sebaliknya, sekitar 6.000 pelajar Malaysia belajar di negeri ini.

Harus diakui, pilihan untuk tidak memperuncing keadaan itu amatlah tepat. Sudah bukan masanya lagi mengobarkan perang, seperti yang terjadi di era Presiden Soekarno.Waktu itu dengan lantang Bung Karno menggunakan jargon Ganyang Malaysia untuk melawan kesewenang-wenangan Malaysia. Biarlah jargon politik Bung Karno itu menjadi bagian dari masa lalu. Kedua negara kini saling membutuhkan karena memiliki kepentingan yang sama di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, dan pertahanan-keamanan.

Mempertahankan hubungan baik dengan negara tetangga sungguh penting. Bahkan, kita harus mengambil manfaat semaksimal mungkin dari hubungan ini bagi kesejahteraan rakyat.Tapi, pemerintah seharusnya juga berupaya sekuat tenaga untuk menjaga dan mengurus seluruh sumber daya di negeri ini, termasuk di perbatasan laut maupun darat. Jangan sampai kedaulatan kita diobok-obok negara lain.

T. DAUD YUSUF
Bukit Duri Selatan, Tebet
Jakarta Selatan
daud_yusuf@yahoo.com
Komentar Anda >>
Komentar
Belum ada komentar...
Opini Sebelumnya
DPR Harus Bisa Menahan Diri
Jumat, 03-September-2010
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat (BURT DPR), Pius Lustrilanang, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/8/2010) mengatakan, pengumuman lelang tender pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun akan dilakukan secara terbuka mulai Selasa (31/8/2010).

Langkah Tepat, Libatkan Komnas HAM dalam Penanganan Kasus Buol
Jumat, 03-September-2010
Kerusuhan Buol telah menimbulkan korban jiwa, puluhan orang luka-luka, dan kerugian materiil. Bentrokan antarwarga pecah pada Selasa (31/8/2010) malam menyusul meninggalnya seorang pengojek, Kasmir Timumun, yang diduga akibat penganiyaan oleh oknum polisi saat Kasmir dalam tahanan.

Perang Bukan Pilihan Terbaik Atasi Krisis Indonesia-Malaysia
Jumat, 03-September-2010
Pasca tumbangnya orde baru, ditandai dengan lepasnya Timor Leste dari NKRI pada era Presiden Habibie, dimana sebagian rakyat menganggap itu tumbal atas nama demokrasi diawal awal era reformasi, namun kemudian lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia dari pangkuan ibu pertiwi pada era Presiden Megawati Sukarnoputri menjadi tamparan yang menyakitkan bagi bangsa Indonesia, disitulah titik nadir kemampuan diplomatik Indonesia gagal total.

Masyarakat Jangan Terlalu Reaktif Hadapi Malaysia
Kamis, 02-September-2010
Akhir-akhir ini berbagai kelompok masyarakat menggelar aksi unjukrasa terkait dengan masalah perbatasan wilayah, eksekusi mati ratusan WNI di Malaysia, penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan Perikanan oleh polisi Malaysia dan pencurian ikan oleh nelayan Malaysia. Semua itu merupakan persoalan yang harus diselesaikan pemerintah.

Umat Islam Indonesia Jangan Mudah Terprovokasi
Kamis, 02-September-2010
Umat Islam Indonesia harus berbangga hati karena Indonesia merupakan Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Dengan wilayah yang luas, dan berpenduduk yang hampir 250 juta, Indonesia dihuni barbagai suku, agama, ras dan latar belakang budaya, mampu hidup berdampingan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan damai.

Katalog Website Indonesia


Katalog ini mengandung 45 website Indonesia

Belanja
 ...

Berita & Media
 ...

Bisnis & Keuangan
 ...

Entertainment
 ...

Healthy & Beauty
 ...

Industri
 ...

Komputer & Internet
 ...

Organisasi
 ...

Pemerintah & Politik
 ...

Pendidikan
 ...

Sains & Teknologi
 ...

Sosial Budaya
 ...

Opini Budaya Terbaru
.Umat Islam Indonesia Jangan Mudah Terprovokasi
Opini Ekonomi Terbaru
.Wacana Redenominasi Harus Dibahas Bersama
Opini HAM/Demokratisasi Terbaru
.Mari Kita Kawal Transparansi Proses Penyidikan Ustadz Abu
Opini Hankam Terbaru
.Pidato Presiden Harus Benar-Benar Meredam Kemarahan Publik terhadap Malaysia
Opini Hukum Terbaru
.Langkah Tepat, Libatkan Komnas HAM dalam Penanganan Kasus Buol
Opini IPTEK Terbaru
.Sumbang Saran Soal Ujian Nasional
Opini Kesehatan Terbaru
.Paha Besar Membuat Jantung Sehat
Opini Pemerintahan Terbaru
.Masyarakat Jangan Terlalu Reaktif Hadapi Malaysia
Opini Politik Terbaru
.DPR Harus Bisa Menahan Diri
Opini Sosial Terbaru
.Buat Apa Gedung Baru, Kalau Masih Suka Bolos
Polling
Setujukah anda jika pemerintah menerapkan standarisasi mutu pendidikan nasional?
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Tidak Komentar
Tidak Tahu

Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 138
Diskusi
Posting Terbaru
. $$ Dicari Mitra Kerjasama(serius only)$$$
. Bagaimana Model Pengelolaan Kuskus Pulau Numf...
. Obat Tetes Mata Herba AINI
. PRIMA SETIA Efektif Mengatasi EJAKULASI DINI
. PRIMA SETIA Mengatasi EJAKULASI DINI
Respon Terbaru
. Bisnis Online Jadi Jutawan, Cocok Buat Awam, ...
. kritik membangun.
. BELAJAR ONLINE HARUSNYA LEBIH MURAH
. LOWONGAN KERJA : Dicari Perwakilan Unit Agen.
. Uang didapat tergantung kita mencarinya.
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. transfer paper, mug sablon dig...
. jual alarm rumah murah bergara...
. Sewa Mobil Fleksibel Bisa 6 Ja...
. Hajatan Repot Kendaraan Hub TR...
. Bisnis Butuh Kendaraan Hub TRC
. BUDIDAYA JAMUR TIRAM - JUAL BI...
. Mau cari Baju Import, Model Ko...
. kaos family, kaos couple ,kaos...
. Bagaimana | www.mandiribisnis...
. kaos family, kaos couple, kaos...
Mimbar Sahabat
Kenalan yuk, namaku Betty Retno Triyuani. Aku tinggal di Ponorogo, Jawa Timur. Hoby koresponden, baca dan menulis. Aku suka mengkritik apa saja yang tidak sesuai nuraniku dan kebenaran. Layangkan suratmu ke Emailku :brtriyuani@plasa.com. Aku tunggu sapamu, ok.